Mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saat ini tengah menjalankan program Asistensi Mengajar (AM). Kegiatan ini berlangsung sejak Januari hingga Mei 2025 nanti, dengan penempatan di berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga di luar negeri.
Asistensi Mengajar merupakan bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis dalam dunia pendidikan. Dalam program ini, mahasiswa ditempatkan di berbagai sekolah mitra, mulai dari tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.

Ketua Program Studi PIPS, Ibu Dr. Alfiana Yuli Efiyanti, M.A, menyampaikan bahwa AM tidak hanya berfungsi sebagai latihan mengajar, tetapi juga sebagai sarana bagi mahasiswa untuk memahami kondisi pendidikan di berbagai daerah. “Dengan mengikuti AM, mahasiswa dapat mengasah keterampilan pedagogik, memahami karakteristik peserta didik serta bisa menerapkan teori yang telah mereka pelajari atau dapatkan selama di bangku perkuliahan. Dan selama pelaksanaan AM, Mahasiswa diharapkan tidak hanya melaksanakan belajar mengajar, tetapi juga bisa mengasah kemampuan adaptasi, komunikasi, dan problem solving di lingkungan sekolah yang begitu beragam,” ujarnya.
Selain itu, ada beberapa mahasiswa juga yang melaksanakan AM di Malaysia. Kesempatan ini diberikan kepada mereka yang bergabung dalam International Class Program ( ICP ), Sebuah kelas khusus yang dibuat untuk meningkatkan kompetensi global. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tiap tahun bagi Mahasiswa ICP sebagai upaya pengeuatan keterampilan mengajar di lingkungan internasional serta untuk memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan diluar negeri.

Mahasiswa yang mengikuti program ini merasa mendapatkan banyak wawasan baru. “Kami belajar bagaimana membangun interaksi dengan siswa, menyusun materi yang menarik, serta menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan secara langsung,” kata Muhammad Zidni, salah satu peserta AM.
Dengan adanya program Asistensi Mengajar ini, mahasiswa PIPS UIN Malang diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi dunia kerja sebagai calon pendidik yang kompeten, inovatif, dan memiliki pengalaman mengajar yang luas.
Koresponden : M. Rifqi Amali
Leave a Reply