STUDI WAWASAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN PRODI PENDIDIKAN IPS DI PUSAT JERAJINAN KULIT DAN BAMBU KOTA MAGETAN

Prodi Pendidikan IPS memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan dalam berwirausaha melalui beberapa kegiatan. Mengadakan pameran produk menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di kampus. Mahasiswa membuat produk yang sudah dirancang dari awal perkuliahan dan mengikuti pameran produk untuk dipasarkan diakhir semester. Kegiatan lain di luar kampus yang diadakan prodi PIPS yaitu wawasan pendidikan kewirausahaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 20 Juni 2020 di Pabrik kulit dan rumah produksi kerajinan bambu dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan serta pemilik kerajinan bambu bagi mahasiswa semester IV.

Peserta kegiatan Studi wawasan pendidikan kewirausahaan adalah dosen dan mahasiswa FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jumlah peserta dosen sebanyak 14 orang, mahasiswa sebanyak 111 orang, dan 2 koordinator lapangan. Adapun 2 kegiatan observasi yang dilakukan sebagai berikut :

  • Observasi di Kerajinan Kulit

Kegiatan observasi yang dilakukan oleh mahasiswa diawali dengan penyampaian materi mengenai industri kulit di kantor UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan. Pada kegiatan ini perwakilan dari UPT menyampaikan mengenai sejarah berdirinya kerajinan kulit, proses produksi, dan pemasaran. Pemateri dari UPT juga menyampaikan bahwa kerajinan kulit di Magetan sudah berkembang dengan pesat dan menghasilkan berbagai jenis produk mulai dari tas, sepatu, dompet hingga kerupuk kulit. Kerajinan kulit juga memberikan dampak besar bagi perekonomian warga sekitar. Kegiatan observasi di kerajinan kulit berlanjut pada tahap pengecekan lokasi produksi secara langsung. Pada kegiatan ini peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang mendatangi lokasi produksi secara bergantian. Ada tiga lokasi yang didatangi oleh mahasiswa yaitu :

  1. lokasi penyamakan kulit, pada bagian ini mahasiswa ditunjukkan mengenai proses penyamakan kulit dari pertama kali bahan kulit datang hingga wujud kulit yang telah selesai disamak,
  2. Lokasi finishing produk, pada tahap ini mahasiswa ditunjukkan pengolahan kulit yang sudah masuk tahap akhir atau siap diubah menjadi produk tertentu, dan
  3. Lokasi pengolahan limbah industri, pada bagian ini mahasiswa ditunjukkan bagaiaman cara industri mengolah limbah mulai dari penyaringan hingga siap dibuang.

Kegiatan terakhir di kerajinan kulit yaitu observasi ke lokasi pemasaran. Kegiatan observasi ini tepatnya berada di lingkungan pertokoan yang terletak tidak jauh dari tempat produksi kerajinan kulit. Peserta berpencar dan mewawancara para pemilik toko. Berdasar dari hasil wawancara ada toko yang memiliki produksi dan dijual sendiri atau dikirim ke pemesan, tapi ada pula toko yang tidak memiliki tempat produksi sendiri dan memasok produk dari produsen lain.

  • Observasi di Kerajinan Bambu

Peserta melakukan kegiatan observasi dengan berkeliling di rumah produksi bambu. Pada saat itu terlihat beberapa karyawan yang berada di ruangan yang berbeda sedangmelakukan proses produksi, di bagian luar ada yang membuat anyaman bambu untuk dijadikan keranjang sedangkan dibagian dalam ada yang membuat finishing keranjang dan alas makan dari bambu. Pada tahap ini peserta juga mewawancarai pegawai dan pemilik. Antusiasme yang ditunjukkan oleh peserta cukup tinggi dengan studi wawasam ini terlihat dari semangat dan cara peserta memperoleh informasi mengenai tahapan dan pemasaran produk kepada produsen kerajinan di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *